Langkah – Langkah menghadapi Rasa Panik

Serangan panik atau panic attack ditandai dengan perasaan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa. Bahkan gejalanya bisa sangat mirip dengan gejala serangan jantung, seperti sesak nafas, pusing, mual dan nyeri dada.

Dalam banyak kasus, serangan panik akan menyerang tiba-tiba tanpa peringatan apapun. Hal ini dipicu oleh salah satu kondisi ketika kamu merasa terancam bahaya dan tidak dapat melarikan diri.

Namun jangan khawatir, semakin banyak kamu mempelajarinya, serangan panik tidak begitu menakutkan. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi serangan panik dari Dr Vinita Mehta, psikolog klinis di Washington DC.

  • Bernapas
    Fokus pada pernapasanmu. Salah satu cara terbaik untuk memperlambat reaksi tubuh terhadap rasa panik adalah dengan melatih pernapasan. Mengambil napas perlahan dan dalam, dapat merusak sistem respon stres dan membantu kamu menjadi lebih rileks.
  • Pergilah ke ruangan tenang
    Ketika kamu mengalami serangan panik di tempat umum, cobalah pergi ke ruangan yang lebih tenang dan lakukan teknik pernapasan seperti poin pertama.
  • Bayangkan hal-hal yang menenangkan
    Memvisualisasikan bayangan tentang hal-hal yang menenangkan dapat membantu melibatkan sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf ini membantu tubuh beristirahat dari perasaan yang ditimbulkan oleh serangan panik.
  • Cobalah terapi relaksasi otot progresif
    Terapi relaksasi otot progresif melibatkan penegangan dan pelepasan otot. Misalnya kamu bisa menegangkan jari kaki, tahan selama beberapa detik lalu lepaskan.

Teknik ini akan memberi tahu perbedaan yang dirasakan otot ketika tegang dan rileks. Dengan cara ini, kamu akan lebih menyadari bagaimana perasaan tubuhmu saat ini.

  • Ketahui status kesehatan fisik
    Dengan mengetahui status kesehatan fisik, kamu akan tahu apakah kamu tengah mengalami gejala serangan panik atau ada kemungkinan terjadi gejala penyakit lain yang lebih serius. Pergilah ke dokter untuk pemeriksaan rutin.
  • Everything gonna be okay
    Serangan panik umumnya hanya berlangsung selama beberapa menit. Katakan pada diri sendiri, bahwa kamu mengalami serangan panik dan itu tidak masalah. Semua akan baik-baik saja. Hal ini bisa mengurangi tingkat kecemasan.
  • Terapkan kebiasaan hidup sehat
    Makan dengan baik, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik seperti berlari, bersepeda atau latihan kardio, dapat mengurangi gejala kecemasan. Sementara alkohol, rokok dan kafein bisa menjadi pemicu serangan panik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *